Wednesday, 10 December 2014

SEBENARNYA SIAPAKAH MIMIN ITU?

December 14, 2014 by Tia Esha Nombiga


Ilustrasi Mimin si Mr. X

“Siapa sih Mimin itu?”
“Itu lho istilah yang terkenal di twitter atau facebook”
“Ooohh gue kira gebetannya Sule”

Guys, kalian pengguna social media aktif pasti tau istilah yang namanya Mimin? Yap betul… Mimin itu adalah sebutan pengguna ID yang menjalankan akun non pribadi, seperti akun untuk produk tertentu, perusahaan tertentu, info tertentu, dll. Kalau kalian masih bingung, Mimin itu adalah plesetan yang dibuat Netizen dari kata “Admin”. Tapi walaupun kalian tau Mimin itu apa, pasti ketika kalian ditanya “Kalian tau gak sih siapa sebenarnya yang jadi Mimin itu?”. 98% orang menjawab “Tidak Tahu”. Sengaja gue sisain 2% karena 1% pasti keluarga/teman Mimin dan 1% nya lagi ya Mimin itu sendiri.

Dulu waktu gue masih bekerja di FBI dan menjabat sebagai Ketua Badan Intel Cyber Crime, gue sering mendapat project buat mengungkap siapakah Mimin itu. Karir gue di FBI hancur seketika, bukan karena gue gak bisa mengungkap siapakah Mimin itu, tapi semenjak gue berhasil mengungkap Mimin dibalik salah satu akun bot itu ternyata teman gue sendiri, gue pun malu dan akhirnya gue mengeluarkan diri dari FBI sebelum FBI yang mengeluarkan gue. HAHAHA boong deh ini cuma becandaan…

Apa perlu kita menyewa jasa CIA, SWAT, FBI, dan FPI buat mengungkap siapakah Mimin itu? Tapi agak lebay sih kecuali kalau Mimin itu hobinya membuat resah warga Netizen seperti yang terjadi akhir-akhir ini, yang mana Cyber Crime Cops Indonesia telah berhasil mengungkap siapa dalang alias Mimin yang menjalankan sebuah akun anti-pemerintahan dengan ID @TrioMacan2000. Akun tersebut dinilai telah melewati batas penggunaan sosial media yang sewajarnya dengan memposting tulisan yang bertujuan mendiskreditkan orang-orang tertentu. Lebih dari itu, baru-baru ini akun tersebut dilaporkan telah memeras beberapa orang tertentu untuk kepentingan pribadi. Ada sebanyak 7 oknum pemeran Mimin di akun @TrioMacan2000 yang telah tertangkap. Yaa semoga si ketujuh Mimin @TrioMacan2000 ini jera dan semoga si 7 Manusia Harimau gak lupa untuk menjenguk mereka di hotel prodi EHEHEHE xD #apansih #krik #krik

Sebenarnya gak begitu penting sih bahwa kita harus tau Mimin itu siapa tapi kalau si Mimin ini udah ngerugiin orang tertentu, maka gue sebagai mantan Ketua Badan Intel Cyber Crime FBI gak bisa tinggal diam. Terkadang gue merasa terusik sama Mimin akun bola yang hobinya nyepikin cewek di media sosial, bukan malah ngeposting berita terbaru seputar bola dan Mimin akun ilmu pengetahuan yang hobinya me-retweet akun ramalan bintang atau akun iklan obat diet yang menurut gue sangat tidak nyambung. Bawaannya pengen ngegantiin posisi si Mimin. Tapi apa daya, gue gak punya otoritas untuk mengungkap siapa si Mimin itu sebenarnya. Biarlah Tuhan yang menyadarkan Mimin bahwa tindakan itu sangat tidak terpuji dan mengganggu ketentraman masyarakat, baik masyarakat dunia maya maupun dunia ahmad nyata.

Tuesday, 18 November 2014

APA ITU MIMPI?

November 17, 2014 by Tia Esha Nombiga

Mimpi? Apa itu mimpi? Orang bilang mimpi itu adalah bunga tidur. Menurut definisi gue, mimpi adalah hasil dari pemikiran kita yang dilakukan secara terus-menerus dan biasanya merupakan beban pikiran dimana hasil dari pemikiran tersebut akan divisualisasikan saat tidur, entah pada hari itu atau esoknya. Terkadang gue selalu berpikir buat apa hanya bermimpi kalau pada akhirnya itu gak bisa menjadi kenyataan. Saat kita bermimpi indah lalu terjaga dari tidur, kita merasa sudah diberi harapan kosong oleh mimpi tersebut. Saat kita bermimpi buruk lalu terjaga dari tidur, kita merasakan ketakutan yang luar biasa seakan-akan nyata dan mengalaminya. Intinya mimpi itu gak enak, dulu gue berpikir begitu. Tapi semua pemikiran gue berubah sejak salah satu dari mimpi gue (mimpi saat tidur) jadi kenyataan yang sampai sekarang gak pernah gue sangka karena masih terjadi sampai sekarang. Gue bersyukur banget akan hal itu.


Gue mengubah pola pikir bahwa kita semua butuh mimpi. Kita gak akan pernah memiliki cita-cita apalagi menggapainya tanpa memiliki mimpi. Kita gak akan tau mau jadi apa tanpa memiliki mimpi. Seseorang yang gak pernah mengerti arti hidup adalah orang yang gak punya mimpi. Banyak dari mereka menertawakan orang yang kerjaannya cuma mimpi, mimpi, dan mimpi...

"Mimpi lo ketinggian, udah jatuh mah sakit."

"Apa? Itu mimpi lo? Gak salah? Gak mungkiiiiin"

Kalimat-kalimat semacam itu sering kita dengar. Terkadang gue tertawa kecil mendengar orang yang berkata seperti itu. Betapa sedih hidupnya. Orang seperti itu biasanya menganggap dirinya memiliki kelebihan karena bagi mereka, tanpa bermimpi, mereka yakin bisa menggapainya. Aku sering bertanya "Tanpa bermimpi mereka bisa menggapainya? Lantas apa yang akan mereka gapai? Sedangkan mereka tak punya mimpi?"

Friday, 7 November 2014

KITA "KISAH NYATA": SOPHIE SCHOLL, POTRET MAHASISWI JERMAN ANTI-NAZI

November 06, 2014 by Tia Esha Nombiga


Dari kiri ke kanan: Sophie Scholl, Hans Scholl, dan Christoph Probst
NAZI menancapkan kekuasaannya di tanah Eropa, terutama Eropa Barat dan sekitarnya selama 12 tahun, terhitung dari tahun 1933 sampai 1945. Selama itu pula, NAZI telah meninggalkan banyak luka mendalam, baik bagi korban maupun rakyat Jerman yang secara langsung menyaksikan kekejaman NAZI. Kita ketahui bahwa NAZI adalah sebuah partai politik anti-semit yang dipimpin oleh Adolf Hitler, seorang diktator berkewarganegaraan Austria yang bertanggung jawab atas kematian puluhan juta umat manusia di tanah Eropa. Perlu Anda ketahui, korban Hitler tidak hanya sebatas kaum Yahudi saja, tetapi kaum yang dianggap tidak berguna untuk hidup di dunia seperti homoseksual dan cacat fisik ataupun mental. Hitler hanya menginginkan Jerman dihuni oleh bangsa murni Jerman yaitu bangsa Arya sehingga kelak diperoleh keturunan yang paling baik tanpa adanya campuran ras dari bangsa lain. Tindakan Hitler ini konon terinspirasi dari teori Charles Darwin, dimana ras yang merugikan dihilangkan sedangkan ras yang menguntungkan tetap dipertahankan agar diperoleh keturunan yang terbaik (Sumber: National Geographic Indonesia). Tindakan yang dilakukan oleh Hitler ini dianggap tidak berprikemanusiaan oleh sebagian rakyat Jerman, termasuk seorang mahasiswa Universitas Munich yang bernama Sophie Scholl.

Gadis itu bernama lengkap Sophie Magdalena Scholl, seorang mahasiswa berkebangsaan Jerman yang lahir pada tanggal 09 Mei 1921 dan wafat pada tanggal 22 Februari 1942 ketika dia berumur 21 tahun. Sophie Scholl tercatat sebagai mahasiswa jurusan biologi dan filsafat di Universitas Munich pada bulan Mei 1942. Sophie Scholl adalah seorang mahasiswa kebanyakan yang memiliki pemikiran kritis, dimana dia sangat menentang pemerintahan pada saat itu yang menurut dirinya tidak sesuai dengan Hak Asasi Manusia sehingga menjadikan dia seorang aktivis anti-NAZI. Pada saat itu, Jerman sedang dipimpin oleh Hitler yang menjabat sebagai Kanselir (read: kepala pemerintahan Jerman/setingkat dengan perdana menteri apabila di negara monarki), sekaligus Fuehrer (read: gelar militer atau merujuk kepada pemimpin tertinggi di Jerman). Mendengar Jerman mengalami kekalahan di Front Timur, Sophie Scholl bersama dengan kakak laki-lakinya yaitu Hans Scholl segera membuat sebuah seruan untuk menghentikan dan menentang pergerakan NAZI melalui selebaran secara sembunyi-sembunyi. Hans Scholl yang juga mahasiswa Universitas Munich jurusan kedokteran ikut membantu Sophie dalam menyebarkan selebaran anti-NAZI. Selebaran itu disebarkan kepada seluruh mahasiswa Universitas Munich pada saat jam kelas sedang berlangsung karena dikhawatirkan kegiatan mereka akan diketahui oleh pihak kampus. Mereka tidak bekerja sendiri karena Sophie dan Hans tergabung dalam sebuah organisasi yang diberi nama Mawar Putih (Weisse Rose) yang terdiri dari mahasiswa anti-NAZI pada awal musim panas tahun 1942. Weisse Rose itu sendiri adalah sebuah organisasi anti-NAZI yang berisi orang-orang terpelajar.
The White Rose Group
Namun malangnya, beberapa hari sejak disebarkan selebaran itu, Sophie melemparkan satu set selebaran dari atas gedung dan terlihat oleh Janitor (pegawai kebersihan). Kemudian Janitor mengadukan hal tersebut kepada Gestapo (Kepolisian NAZI) dan tanpa waktu panjang, keduanya ditangkap. Sophie dan Hans ditangkap bersama dengan rekannya yang bernama Christoph Probst pada tanggal 18 Februari 1943. Kemudian Sophie, Hans, dan Christoph diinterogasi oleh seorang interrogator handal yang bernama Robert Mohr. Awalnya mereka mengelak jika mereka melakukan hal tersebut tetapi karena kehandalan Robert Mohr dalam mengulik fakta demi fakta yang menyudutkan ketiganya, maka pada akhirnya Sophie mengaku kalau mereka adalah aktivis anti-NAZI. Robert Mohr tidak melakukan intimidasi fisik (read: penyiksaan) ketika menginterogasi ketiganya, melainkan dengan perang kata-kata yang membuat ketiganya tanpa sengaja berbicara mengenai fakta yang pada akhirnya menjatuhkan mereka. Empat hari kemudian, yaitu pada tanggal 22 Februari 1943, mereka dibawa ke pengadilan rakyat (Volksgerischtshof) dan diadili oleh seorang hakim yang bernama Roland Friesler yang sengaja didatangkan dari Berlin. Roland Friesler terkenal dengan sikapnya yang berlebihan ketika mengadili seorang tersangka sehingga membuat ketiganya dituntut hukuman mati. Ketika masing-masing dari mereka diminta memberi pembelaan terakhir, Christoph Probst meminta agar dia diampuni karena dia memiliki tiga orang anak. Sophie dan Hans yang mendengar permintaan Christoph menyetujui permintaanya agar dia diampuni dan hakim hanya mengadili mereka berdua saja. Namun keputusan tetaplah keputusan, ketiganya tetap diadili hukuman mati oleh eksekutor Johann Reichhart dengan cara dipancung menggunakan Guillotine di Munich's Stadelheim Prison pada pukul 17.00.

Kisah perjuangan Sophie Scholl dan Hans Scholl diangkat dalam sebuah layar lebar di Jerman pada tahun 2005 berjudul Sophie Scholl: Die Letzten Tage. Film tersebut diperankan oleh aktris Jerman bernama Julia Jentsch yang berperan sebagai Sophie. Julia Jentsch berhasil memerankan Sophie Scholl dengan penuh penghayatan yang membuat penonton ikut larut dalam ketegangannya. Pembuatan film Sophie Scholl ini mengingatkan kita akan perjuangan seorang mahasiswa yang menginginkan keadilan di negerinya sendiri, dimana rakyat Jerman kebanyakan tidak berani menentang pemerintahan yang tidak berprikemanusiaan pada saat itu. Sophie Scholl sendiri bukanlah seorang Yahudi, apalagi cacat mental atau fisik, dia adalah seorang warga negara asli Jerman beragama Kristen tetapi karena dia seorang aktivis anti-NAZI, maka dengan terpaksa, NAZI menangkap dan membunuhnya.

Thursday, 30 October 2014

KENAPA HANTU INDONESIA GAK SEKEREN HANTU BARAT?

October 29, 2014 by Tia Esha Nombiga


Ilustrasi Hantu Indonesia
Hei Gaeess, sekedar mengingatkan kalo tanggal 31 Oktober nanti diperingati sebagai Hari Halloween yang kalo kata orang Western, yang mana dimensi antara dunia nyata dengan dunia gaib itu gak terpisahkan. Ciyee so sweet banget. Saking gak terpisahkan, bahkan konon katanya antara hantu dengan manusia yang lagi berkostum Halloween gak bisa dibedain dari segi penampilan. Di sini gue mau ngebahas topik yang masih ada hubungannya dengan Halloween. Pernah gak sih terbesit di dalam benak kalian, kenapa hantu Indonesia gak sekeren hantu di negara Barat???
Hantu Western
Duuhh kalo hantunya kayak gitu sih mau deh ketemu. Menurut gue ada beberapa sebab kenapa hantu Indonesia gak sekeren hantu Western, yuk baca..

1. Fashion Indonesia Gak Setenar Fashion Western
Memang tak bisa dipungkiri kalo fashion Indonesia masih kalah jauh dengan fashion Western dari segi manapun, kita sebut saja merek pakaian terkenal seperti Hugo Boss, Calvin Klein, Giorgio Armani, dll yang sudah mendunia. Tak hanya manusia, bahkan hantu pun tak kalah ingin bergaya. Kita bisa lihat koleksi baju-baju yang dipake Edward Cullen, si vampire ganteng asal Forks jauh lebih keren daripada koleksi baju punya bokap gue. Bisa kita bandingin dengan baju yang dipake pocong dan kuntilanak. Dari jaman Dinosaurus masih direncanain kelahirannya, model baju yang dipake kuntilanak gak pernah berubah, selalu make daster putih kumel andalannya ketika gentayangan. Begitu juga pocong.

2. Pendapatan Perkapita Indonesia yang Masih Rendah
Pendapatan per kapita suatu negara tentu sangat berbanding lurus dengan gaya hidup masyarakatnya, baik masyarakat dunia nyata maupun dunia gaib. Seperti negara kita yang pendapatan perkapitanya masih terbilang rendah. Ini bisa kita lihat dari pakaian dan aksesoris yang dipakai oleh hantu Indonesia. Seperti hantu kuntilanak dan pocong yang selalu menggunakan baju putih lusuh kucel kumel yang menandakan kalo mereka cuma punya 1 baju di lemari mereka. Malahan mirisnya, ada juga hantu yang selalu topless seperti tuyul yang mungkin dikarenakan "maaf" ketiadaan dana untuk membeli baju, padahal perutnya gak banget. Kalo dipikir-pikir padahal tuyul itu kerjaannya nilep duit (aahh sudahlah, mungkin tuyul adalah korban rodi majikannya yang dipekerjakan tanpa upah, kita tidak perlu ikut campur). Makanya sudah saatnya tuyul-tuyul perlu diajarin buat gak terus-terusan minta digendong majikannya supaya bisa berolahraga rutin dengan jalan santai atau sering-sering angkat anak gajah biar badannya lebih berisi dan terlihat bagus ketika mereka topless. Jalan santai juga salah satu olahraga yang murah meriah. Atau kalo tuyul yang "agak" berduit, bisa diajarin buat pergi nge-gym di tempat fitness, supaya kalo mereka topless waktu gentayangan, mereka bisa sekalian pamer perut sixpacknya. Mungkin gambaran kalo tuyul sering nge-gym atau ngangkat gajah kayak gini nih...

Tuyul kayak gini yang bakal meningkatkan derajat kehantuan Indonesia. Berbeda dengan hantu Western yang selalu mengenakan baju bersih dan berkelas, kayak si vampire ganteng Edward Cullen ini...

3. Hantu Indonesia Jarang Pergi ke Salon
Salon merupakan tempat untuk mempercantik diri yang pastinya ada uang ada jasa.

Seperti kata Onah "I do it to you (dibaca Ai Du It tu Yu), Ada Duit Gue Mau".

Pengen cantik atau ganteng, terkadang harus merogoh kocek dalam-dalam. Sudah tau kan kalo orang Western itu lebih kaya dalam hal materi daripada orang Indonesia, mungkin ini penyebab kenapa hantu Indonesia mikir-mikir buat pergi ke salon. Saking sayangnya sama duit buat pergi ke salon, ada beberapa hantu yang lebih memilih mem-vermak tubuhnya sendiri ketimbang pergi ke salon, seperti kuntilanak yang lebih memilih bedakan pake tepung terigu daripada bedak dengan merek ternama karena menurutnya tepung terigu bikin mereka terlihat lebih putih alami dan menyehatkan kulit karena terbuat dari bahan alami, selain karena faktor budget yang lebih terjangkau. Selain itu, bukti bahwa kuntilanak gak pernah pergi ke salon, bisa dilihat dari rambutnya yang selalu dibiarkan terurai gimbal dari taun ke taun. Itu tandanya kalo kuntilanak gak pernah keramas dan potong rambut. Perihal model rambut kuntilanak yang gak pernah berubah, mungkin sudah saatnya kuntilanak mengganti model rambut barunya dari panjang terurai menjadi ombre atau curly misalnya. Kayak gini nih..
Atau bagi kuntilanak yang Islami bisa juga dipadu dengan menggunakan jilbab ala-ala hijabers dengan segala modelnya. Hantu juga harus kekinian. Tak kalah ekstrem lagi, si pocong juga selalu melumuri mukanya dengan arang sisa jualan kang sate sebelum gentayangan sehingga membuat mukanya hitam legam kayak bokong panci emak gue. Niat pengen make eyeshadow kayak Dedy Corbuzier jadi keterusan kayak gini...


Ini gak keren banget. Malah ada juga hantu yang gak pernah ngerawat tubuhnya sama sekali, seperti genderuwo yang selalu membiarkan bulu-bulu tumbuh di tubuhnya hingga lebat. Sekali-kali genderuwo harus diajak waxing ke salon supaya dia terlihat lebih keren dengan menyisakan sedikit bulu di jambang, jenggot dan kumisnya, jadi kayak gini...


Urrgggghhh pasti cewek-cewek langsung kesemsem. Berbeda dengan hantu western yang selalu mengubah gaya rambutnya, kayak gini...




Dengan model rambut yang selalu berubah setiap kali gentayangan, itu menandakan kalo hantu Western sering pergi ke salon dan gak sayang buat ngeluarin duit demi penampilannya yang tetap kece.

Mungkin itu hanya segelintir sebab musabab kenapa hantu Indonesia gak sekeren hantu Western menurut pandangan gue. Kalo agan dan sist punya pendapat lain, monggo bisa dishare lewat comment di bawah (:

Sunday, 26 October 2014

MOBIL SERBA RAMAH

October 25, 2014 by Tia Esha Nombiga


Mobil Serba Ramah (taken by @kisty_zara)

Gue punya cerita unik sewaktu gue masih magang kuliah di kawasan Gunung Putri, Bogor. Saat itu, jam tangan gue sudah menunjukkan pukul setengah enam sore, tandanya jam pulang kantor telah tiba "Hore Hore Hore". Gue pulang dengan muka lusuh dibalut masker yang sengaja gue pakai selama perjalanan pulang, disamping buat nutupin muka dari serbuan debu ganas khas Gunung Putri yang merupakan asal-usul penyebab kenapa muka gue jerawatan, sekaligus buat nutupin muka gue disaat gue tiba-tiba pengen ketawa sendiri jikalo teringat sesuatu momen lucu. Seperti biasa, gue selalu pulang bareng temen gue yang rumahnya kebetulan satu arah sama gue menggunakan jasa angkot ugal-ugalan, seruduk sana seruduk sini, tak lain tak bukan angkot no 38. Sebut saja dia Kisty. Gue sama kisty selalu nyari topik-topik konyol selama di perjalanan. Apapun itu yang kita temui di dalam angkot selama mengundang tawa, pasti selalu kita bikin lelucon untuk mengurangi kebosanan kita selama perjalanan karena Gunung Putri merupakan daerah yang terkenal macet. Benar sekali, setelah setengah jam merasakan macet yang tak kunjung kelar, seperti penyusunan kabinet menteri Jokowi yang tak kunjung kelar juga, ada sesosok baja berjalan yang mengusik penglihatan seisi angkot, termasuk kami. Yap.. kami berpapasan dengan sebuah mobil unik. Kenapa unik? Dibilang mobil bukan, tapi gak dibilang mobil juga bukan. Dan baru pertama kali gue ngeliat ada sopir mobil tapi pake helm, selain mobil balap tentunya. Menurut gue, ini adalah penemuan teknologi transportasi terbaru, dimana mobil tidak lagi memerlukan atap sebagai penutup dan pintu untuk masuk ke dalam mobil. Cukup praktis bukan? Hanya membutuhkan ban, setir, dan tempat duduk pastinya. Ya bisa dibilang mobil ini serba ramah. Ramah kantong dan ramah masyarakat.
"Kenapa disebut ramah kantong???"
"Setelah melihat wujud mobil ini, bisa disimpulkan bahwa pembuatan mobil ini hanya memerlukan jumlah bahan baku yang lebih sedikit daripada mobil pada umumnya. Bayangin, untuk membuat mobil ini tidak memerlukan atap, kaca, spion, pintu, dan body. Ramah kantong bukan? Di samping itu, pemilik juga diuntungkan karena pastinya biaya perawatan yang relatif rendah."
"Terus kalo hujan gimana?"
"Di dalam mobil tersebut pasti udah disediain jas hujan, gak liat sopirnya pake jas hujan?"
"Yaahh mendingan naik motor, ketawan lebih murah."
"Kuota penumpang maksimal buat naik motor berapa sih gue tanya? Paling mentok 3 orang kan. Itu juga kalo yg naikin terong-terongan sama cabe-cabean. Kalo yang naik orang normal dan patuh lalu lintas, maksimal cuma bisa 2 orang. Coba lihat mobil ini? Space di belakang dan samping sopir masih lega kan. Ya bisa lah buat bawa satu gang kalo mau kondangan daripada nyarter Opletnya Babe Sabeni, bayar mahal, nyampe kaga, suruh dorong iya gara-gara mogok."
"Iya juga sih, terus maksudnya ramah masyarakat?"
"Bayangin kalo yang naik mobil itu adalah presiden, pejabat atau seleb, mereka bisa sekalian "Say Hi" sama penggemar-penggemarnya karena ruang mereka untuk berekspresi terbuka lebar. Mereka tak perlu lagi repot-repot membuka kaca mereka hanya untuk sekedar Say Hi. Cukup duduk santai dan pasang muka ramah seramah ramahnya, bahkan kalo perlu ngeluarin senyum pepsodent tanpa perlu repot memencet tombol buka tutup jendela kaca"


Sebenernya gue gak paham, ini merupakan teknologi transportasi terbaru atau emang mobil ini abis kecelakaan, yang mana bodynya pada lepas semua. Atau bisa jadi si sopir mau ke kantor pusat Transcorp untuk ngedaftarin mobilnya masuk ke dalam nominasi 7 mobil terunik di dunia, entahlah, hanya sopir dan Tuhan yang tau...

Tuesday, 21 October 2014

4 TIPS SEBELUM BACKPACKING

October 20, 2014 by Tia Esha Nombiga

Si Minah Lagi Backpacking (photo by google)

Kalian yang doyan backpacking, alangkah baiknya kalian mempersiapkan secara matang apa yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat. Jangan sampe, ketika udah mau berangkat, semua rencana kalian buyar karena rencana yang kalian persiapkan cuma setengah matang, apalagi belum matang. Di sini gue bakal ngasih beberapa tips mujarab yang dijamin bakal bikin momen bakcpacking kalian jadi momen yang tak pernah kalian lupain sepanjang hidup kalian di bumi ini. Sebelum kartun Spongebob dihapus oleh KPI, sebelum Nobita lulus SD, sebelum negara api menyerang, coba luangin waktu kalian untuk membaca sejenak tips ini yaa.. Kalo berhasil, jangan pernah lupain gue bahwa gue pernah jadi salah satu bagian dari keberhasilan kalian dalam menapaki jejak demi jejak kehidupan yang fana ini... Oke ini tipsnya, baca baik-baik...

1. Cari Tempat Tujuan yang Dekat dengan Rumah Teman/Kerabat

Kalo kalian gak punya tujuan mau dibawa kemana badan ini selama backpacking, kalian bisa memilih tujuan wisata yang deket dengan kos / rumah / kontrakan teman. Hal ini bertujuan untuk mengurangi budget kalian selama backpacking (kan lumayan duitnya bisa buat makan di angkringan atau beli pulsa paket internet sehari buat sekedar ngupdate status "I'm at bla bla bla with ble ble ble"). Itu akan sangat menguntungkan buat kalian yang gak mau ngeluarin duit banyak tapi ngebet kepengen ngeksis. Gimana engga untung? Tidur gratis, mandi berak kencing gratis, makan gratis, ngecharge hp gratis, ngecharge powerbank juga gratis. Selain itu, kalian juga gak perlu repot-repot nyari penginapan yang harus ngebooking terlebih dahulu. Tapi kalian juga harus punya aturan, ya bisa dibilang harus tau diri karena numpang. Minimal kalian gak ngerasa kayak parasit dengan cara bantuin yang punya rumah nyapu, ngepel, atau yang sederhana, bantuin yang punya rumah ngabisin nasi yang ada di magic jar biar gak mubazir, jadinya secara gak langsung, kalian ngebantu yang punya rumah terhindar dari dosa akibat menyia-nyiakan makanan, ya kaaan? Yang penting judulnya ngebantuin yang punya rumah

2. Ajaklah Teman yang Berbadan Cungkring atau Lagi Diet

Guys, jangan sekali-kali ngajak teman berbadan gempal untuk backpacking. Karena apa? Karena mereka akan memperlambat waktu kalian selama perjalanan. Bentar-bentar kecapean, bentar-bentar istirahat, dan yang lebih berbahaya, bentar-bentar nyari tempat makan, terus bentar-bentar pura-pura gak bawa dompet atau gak ada uang kecil, ujung-ujungnya minjem dan janji bakal balikin tapi nyatanya gak dibalik-balikin. Mau nagih tapi gak enak karena temen sendiri. Tapi gimana ya? Hal kecil kayak gitu kalo dilakuin dengan frekuensi yang tinggi bisa membahayakan kestabilan negeri dompet kalian. Kasian kan kalo kalian harus kehilangan masyarakat di negeri dompet kalian. Yang ada, belum nyampe tujuan, kalian udah kehabisan duit. Tapi ajaklah temen yang berbadan cungkring. Di samping mereka rata-rata sigap, cepat, lincah, dan tangkas, biasanya mereka juga super irit, sama halnya dengan orang yang lagi diet. Bisa dibayangin dong orang cungkring atau orang yang lagi diet kayak gitu kalo sehari makan berapa kali.. Paling banyak juga 2 kali sehari. Asal jangan yang cungkring karena cacingan, itu lebih berbahaya dari orang gempal sekalipun, biasanya orang cacingan makannya banyak, tapi mereka bisa berkamuflase karena badannya gak pernah gemuk, so beware guys. (Kalo bisa tanya dulu, lo cacingan gak?) Intinya kalian harus menstabilkan keutuhan masyarakat di negeri dompet kalian selama perjalanan. Catet!

3. Ajak Teman Portable

Nah ini nih yang paling penting!! Biasanya orang yang mau backpacking tuh harus bawa kit yg super lengkap. Tapi karena kondisi tas kalian yang tidak memadai serta pundak kalian yang ringkih, alangkah baiknya kalian mengajak teman yang kemana-mana selalu bawa ini itu, bisa dibilang teman kalian ini toilet portable atau P3K portable, yang kemana-mana bawa make up, hand sanitizer, hansaplast, facial foam, dll jadinya kalian gak perlu berat-berat ngejinjing ini itu.. Tinggal minta ke temen kalian, bereeees!

4. Minta Ijin Orang Tua

Doa orang tua adalah doa yang paling mujarab, apalagi diberikan untuk anaknya. Oleh karena itu sebagai anak yang soleh, alangkah baiknya meminta ijin terlebih dahulu kepada orang tua sebelum berangkat. Selain memperoleh doa keselamatan selama perjalanan, tanpa kalian minta (walaupun sebenernya kalian meraung-raung di dalam hati), orang tua pasti akan memberikan salam tempel (uang) kepada anaknya. Walaupun tidak seberapa, seenggaknya bisa buat tambahan jikalau kalian mendadak beser yang bentar-bentar nyewa toilet yang dijaga abang-abang bertuliskan:
Kencing: Rp 2000
Mandi: Rp 5000

Sekian tips selama backpacking dari gue. Mohon ambil sisi positifnya dan buang yang mudharatnya. Tetap waspada dengan barang bawaan, jaga wibawa, jangan kemayu karena kalian mau backpacking, bukan kondangan, dan yg terpenting "bawa duit"....

Sunday, 19 October 2014

4 PERBEDAAN MENCOLOK REMAJA JAMAN DULU DENGAN SEKARANG

October 18, 2014 by Tia Esha Nombiga

Remaja Jaman Sekarang vs Remaja Jaman Dulu

Empat perbedaan remaja jaman dulu dengan remaja jaman sekarang ketika...

1. Pacaran
Gak usah diragukan lagi kalo remaja jaman dulu punya tingkat kesabaran yang tinggi dalam merajut suatu hubungan asmara. Tau darimana? Emang ente remaja jaman dulu? Tau dong.. gimana engga.. menurut lo, mereka komunikasi lewat mana coba selama pacaran? Lo pikir jaman dulu udah ada Whatsapp, BBM, Line, Kakaotalk, BeeTalk, dan sodara sedarah dagingnya yang langsung nyampe sekali kirim? Kagak brosist.. mereka saling berkomunikasi jarak jauh melalui pak pos alias surat menyurat. Kalo remaja jaman sekarang yang lagi pacaran pasti cepet bete kalo pacarnya ngebales chatnya lama, padahal doi baru ngirim 5 menit yang lalu. Doi gak ngerasain era nenek doi semasa remaja kalo lagi pacaran gimana. Mereka yang hidup jaman dulu pasti harus nunggu beberapa hari bahkan minggu bahkan bulan untuk bisa ngebaca balesan surat dari pacarnya. Belom lagi si pak pos salah alamat gara-gara dikasih alamat palsu, belom lagi si cewek/cowok lagi bete sama pacarnya jadi baru mood ngebales suratnya seminggu kemudian (kan keburu basi acara ngambek ngambekannya), belom lagi si cewek/cowok lagi kere jadi tuh surat disimpen dulu dan baru bisa dikirim setelah duit celengannya cukup buat bayar pak pos, belom lagi duit buat ngirim surat tiba-tiba kurang, jadinya terpaksa mereka ngirim yang paket hemat alias yang nyampenya sebulan kemudian, belom lagi ada orang iseng yang ngebuka kotak surat terus suratnya malah diambil (orang isengnya ini ternyata PHO (Perusak Hubungan Orang)), dan masih banyak kemungkinan lain yang bikin surat itu lama mendarat di tangan tertuju.. lamaaaa… Gak bisa ngebayangin kan lo? Sama, gue juga.. Intinya remaja jaman dulu tuh sabar sabar banget. Berbahagialah kalian remaja jaman sekarang yang bisa berkomunikasi secara elektronik tanpa harus menunggu waktu berhari-hari untuk berkirim pesan (selama kalian punya HP, punya pulsa, provider oke, gak lagi di tempat terpencil, dan yang lebih penting, selama cinta kalian gak bertepuk sebelah tangan, dimana ketika kalian ngechat doi, tapi sama doi cuma diread, atau yang lebih sakit, sama doi langsung di “End Chat”)

2. Salting
Sebenernya gadget itu gak cuma berguna waktu update status atau main game aja, tapi ada kegunaan lain di luar itu. Iyaa.. coba lo perhatiin, rata-rata remaja jaman sekarang yang lagi salting nih, semisal lagi salting gara-gara diliatin lawan jenis (padahal doi ngeliatin gara-gara mupeng sama gadgetnya), pasti saltingnya pura-pura main HP atau tablet. Itulah kegunaan lain dibalik kecanggihan gadget bagi remaja jaman sekarang, yaitu untuk mengalihkan kesaltingan mereka waktu diliatin lawan jenis.. Dan paket plusnya, mereka bisa sekalian ngupdate status di Path yang di-link ke akun Twitter, FB, sama Tumblr-nya begini…

“Iiihhh cowok/cewek depan gue apabanget deh, ngeliatin gue mulu, bikin risih”

Gituuu sih enaknya hidup di era modern begini.. Coba lo bayangin, gimana caranya remaja jaman dulu kalo lagi salting gara-gara diliatin lawan jenis??? Coba pikir gimanaaa.. Kalo menurut gue sih ada dua kemungkinan; yang pertama, pura-pura benerin sendal jepit atau yang kedua, malah ngeliatin balik biar yang ngeliatin jadi ikutan salting (ini sih judulnya jadi pandang memandang), gapapalah, siapa tau abis itu saling jatuh cinta EAAAKKKK... Kira-kira menururt blogger, kemungkinan apa lagi yang dilakuin remaja jaman dulu kalo lagi salting???

3. Curhat
Kalian yang ngaku remaja jaman sekarang siapa yang gak punya media sosial??? cuuunggg!!! Pasti semua yang baca blog ini gak ada yang ngacung, dijamin. Kalo kalian ngacung, kemungkinan kalian mantan remaja jaman dulu atau kemungkinan kalian remaja jaman dulu yang terjebak di dalam tubuh seorang remaja jaman sekarang (?). Memang benar, remaja jaman sekarang lebih menyukai curhat di dalam media sosial ketimbang curhat di dalam buku diary atau orang terdekatnya. Karena katanya sih kalo curhat di dalam media sosial biar sekalian ngasih kode ke si doi supaya si doi jadi care gitu, atau minimal nanya “kenapa?”, padahal mah boro-boro. Dan keuntungan lain curhat di media sosial itu bisa meraup sebanyak-banyaknya perhatian dari followers, dengan melihat sebanyak apa reply, comment, retweet, like, ataupun love dari curhatan yang kita tulis, padahal menurut gue, mereka tak ubahnya hanya sebatas pencitraan. Curhat di media sosial itu sebenernya banyak mudharatnya. Yang utama, keprivasian kita jadi gak terjaga akibat ulah kita sendiri. Gue sebagai mantan yang pernah merasakan hidup di-era Alay beberapa tahun lalu sering yang namanya curhat di media sosial. Tapi seiring pertambahan umur, gue ngerasa itu adalah hal yang memalukan.

Lalu bagaimana cara remaja jaman dulu meluapkan isi hatinya??? Menurut pengamatan gue, remaja jaman dulu lebih suka curhat di dalam buku diary lengkap dengan gemboknya. Yang pasti akan lebih terjaga kerahasiaannya, kecuali kalo ada orang kepo yang niatnya pake banget sampe segala macem cara dilakuin supaya nemu gembok diary itu. Dan keuntungan lain curhat di dalam buku diary, yaitu bisa digunakan untuk keperluan penelusuran jika terjadi hal buruk terhadap si penulis. Seperti kisah nyata “Buku Diari Anne Frank” yang fenomenal hingga saat ini. Karena kalo curhat di buku diary, akan sulit dihapus jejaknya. Berbeda dengan media sosial yang dapat segera dihapus postingannya hanya dengan sekali klik..

So, bijaklah dalam menggunakan media sosial kalian wahai Remaja Jaman Sekarang!

4. Hang Around
Guys, janganlah sekali-kali menghina orang lain yang lagi jalan sendirian ke mall/toko buku/bioskop. Pasti di dalam benak kalian berpikir bahwa orang itu adalah jomblo. Kalo remaja jaman sekarang yang jalan sendirian, pasti langsung dicemooh…

“Truk aja gandengan, masa lo sendirian”
“Kayak penendang corner kick aja, sendirian mulu”
“Kok sendirian? Pacarnya mana?”
"Sendal jepit aja sepasang, masa lo sendirian?"

Dan masih banyaaaak lagi cemooh lainnya yang menyudutkan kaum yang sering bepergian sendiri

Terkadang hal tersebut yang membuat remaja jaman sekarang merasa khawatir ketika bepergian sendirian, sehingga ketika mereka tidak memiliki teman untuk diajak pergi bersama padahal film yang ditunggu-tunggu sedang diputar di bioskop-bioskop kesayangan mereka, mereka akan mengurungkan niatnya untuk bepergian kalau hanya seorang diri. Sebenernya mereka yang selalu jalan sendirian ke mall/toko buku/bioskop bukan berarti jomblo tapi ada beberapa sebab, seperti: Saat gak punya duit, dia yang sedang dilanda kekeringan dompet tapi pengen nyari angin segar, suka berat hati ngajak pacarnya untuk jalan bareng. Sehingga alternatif lain adalah jalan sendirian demi menjaga kelangsungan hidup masyarakat di negeri dompet mereka karena mereka tak perlu mentraktir pacarnya. Saat LDR, dia yang lagi LDR mau tak mau harus merasakan hidup sendirian bak jomblo. Kemana-mana sendirian. Makan sendirian, tidur sendirian, mandi sendirian, pokoknya serba sendirian.

Kalian belum tau gimana gaya hidup remaja jaman dulu kalo sedang bepergian? Menurut survey, remaja jaman dulu sering bepergian sendirian lho! Gak gerudukan kayak anak-anak yang ngakunya gaul jaman sekarang. Itu sih katanya menandakan kebebasan dalam diri mereka. Bebas tanpa aturan kemanapun mereka pergi dan apapun yang mau mereka lakukan selama bepergian dan menurut gue, CARA PANDANG MEREKA KAYAK GITU TUH ASIK BANGET!!! COCOK BUAT TOS-TOSAN BARENG KALO KETEMU LAH POKOKNYA…